Home » Berita » POS Medan adalah Sekolah SPK yang Perduli dengan Potensi Peserta Didik
POS Medan adalah Sekolah SPK yang Perduli dengan Potensi Peserta Didik
Gedung South POS Medan Jalan AH Nasution Medan

POS Medan adalah Sekolah SPK yang Perduli dengan Potensi Peserta Didik

Gedung South POS Medan Jalan AH Nasution Medan

Gedung South POS Medan Jalan AH Nasution Medan

PRIME NEWS-MEDAN-Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerjasama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan Indonesia bahwa sekolah yang mengadopsi  kurikulum asing harus berbentuk satuan pendidikan kerjasama. Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) merupakan perubahan status dari sekolah internasi­onal yang diselenggarakan atau dikelola atas dasar kerja sama penyelenggaraan, atau pengelolaan antara lembaga pendidikan asing de­ngan lembaga pendidikan Indonesia pada jalur formal atau nonformal.

Sekolah nasional dapat pula menjadi sekolah SPK jika memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan. Sekolah-sekolah yang telah berganti status, meski menggunakan bahasa pengantar bahasa asing dan mengadopsi kurikulum dari luar negeri, tetap harus mengikuti UN. Saat ini, UN tidak lagi digunakan sebagai syarat kelulusan. Fungsinya lebih sebagai alat pemetaan, pengukur kemampuan, dan pembinaan dari pemerintah tetap berjalan. Karena itu, SPK tidak terlepas dari ketiga fungsi UN tersebut.

Sekolah internasional yang kini berubah istilah menjadi satuan pendidikan kerja sama juga wajib mengajukan proses akreditasi untuk memastikan setiap anak memperoleh kualitas pendidikan sesuai dengan delapan standar pendidikan.

PrimeOne School  saat ini adalah sekolah yang berstatus sebagai sekolah SPK dan bekerja sama dengan Cambridge dengan dua jenis kerjasama yaitu University Press Educational Partner untuk learning resources dan sebagai Centre of International Examination (CIE) ; pusat penyelenggara ujian internasional.

Learning resources  yang dimaksud adalah teacher guides yang berisi skema kerja, contoh RPP, bimbingan untuk perencanaan mengajar serta implementasinya dan evaluasi kemampuan peserta didik. Berikutnya, disediakan pula daftar sumber belajar lain yang direkomendasikan oleh Cambridge. Buku teks tentunya disiapkan oleh penerbit yang terkemuka.

Cambridge IGCSE  mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan keahlian peserta didik dalam hal : konten pelajaran, mengaplikasikan pengetahuan serta pemahaman atas situasi/kondisi baru, kemampuan bertanya dan bersifat kritis, memiliki fleksibilitas serta responsif terhadap perubahan, mampu bekerja dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, mampu beradaptasi dengan budaya yang berbeda-beda sebagai sebuah kenyataan yang dihadapi di dalam hidup sehingga mampu membuat perbedaan menjadi potensi positif bukan konflik.

Selain itu, peserta didik telah dipersiapkan untuk mampu menghadapi tantangan belajar di universitas sejak awal sehingga diharapkan mereka dapat menjalankan kompleksitas kehidupan di universitas dengan percaya diri, bahagia dan meraih kesuksesan.

POS dengan kurikulum Cambridge mendesain program pendidikan agar peserta didik percaya diri, bertanggung jawab, reflektif, inovatif, dan terlibat serta berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan sebagai pondasi yang kuat untuk dapat meraih prestasi akademik yang tinggi dan dalam waktu yang sama mengembangan kualitas diri. Beberapa kegiatan berikut ini merupakan implementasi dari konsep sekolah secara umum.

Dalam proses belajar mengajar di POS Medan, pendidik sangat perduli dengan potensi setiap peserta didik. Potensi yang ada harus dikembangkan dan dibentuk, kelak setelah peserta didik menyelesaikan studinya mereka sudah memiliki sklii dan kemampuan khusus dalam menghadapi persaingan perolehan kerja yang semakin ketat. @jamesppardede

Leave a Reply