Home » Berita » Membangun Mental Anak Harus Dimulai dari Rumah
Membangun Mental Anak Harus Dimulai dari Rumah
Mental anak memang harus dibangun dari rumah

Membangun Mental Anak Harus Dimulai dari Rumah

PRIME NEWS-MEDAN. Sikap dan perilaku anak sekarang sudah banyak yang menyimpang dari norma-norma adat ketimuran yang menjunjung tinggi sopan santun, tata krama dan sikap saling menghargai sesama tanpa pernah memandang perbedaan suku, agama, ras dan golongan. Sikap ini sesungguhnya harus dibangun dari rumah, dari sebuah keluarga dimana anak-anak itu lahir dan dibesarkan oleh kedua orangtuanya.

Dalam perbincangan khusus dengan salah seorang Anggota Lions Club Medan Merdeka Distrik 307-A2 Suryani Susilo menyampaikan bahwa karakter dan sikap anak memang harus dibangun dari rumah dan dari tengah-tengah keluarga.

Suryani Susilo

Suryani Susilo

“Sesibuk apa pun kegiatan saya di luar rumah, saya selalu menyempatkan diri untuk memasak dan mempersiapkan kebutuhan anak sebelum berangkat ke sekolah. Setelah pulang sekolah dan pulang dari les, saya juga akan meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak,” katanya.

Menurut Suryani, bukan masalah kuantitas tapi kualitas dari perjumpaan kita dengan anak dan anggota keluarga lainnya yang terpenting. Dalam komunikasi yang erat antara sesama anggota keluarga akan lebih menguatkan kita untuk membentuk karakter dan sikap anak di masa yang akan datang.

“Hari Sabtu dan Minggu adalah waktu khusus untuk keluarga. Di saat bertemu dengan anak-anak dan mengisi waktu libur saya mengajari anak untuk memasak. Hal ini saya lakukan untuk mendidik anak agar bisa mandiri dan tidak terlalu bergantung pada orang lain,” paparnya.

Ibu dari Melvern Chandra dan Raymond Chandra ini selain aktif di D’Satz Event Organizer, ia tetap masih meluangkan waktu di organisasi sosial seperti Lions Club dan Hakka Youth Medan, Suryani juga dipercaya sebagai Ketua Komite Pelayanan Lions Club untuk anak-anak.

“Anak-anak perlu diajak untuk melihat kehidupan di sekitarnya, karena di luar sana masih banyak anak-anak yang kurang beruntung dan harus tinggal di panti asuhan. Ini menjadi bagian dari program Komite Pelayanan Lions untuk anak-anak,” tandasnya.

Secara khusus, Suryani Susilo yang sudah banyak menangani berbagai event bersama temannya di D’Satz EO (Felicia dan Mita) tetap menjaga hubungan baik dengan semua kalangan. Karena, setiap manusia memiliki kesempatan untuk mempunyai kemampuan lebih atau memiliki kecerdasan intelektual (bahasa Inggris: Intelligence Quotient, disingkat IQ) berada diatas rata-rata kemampuan orang-orang di sekitarnya.

“Kita tidak pernah mempermasalahkan latar belakang seseorang, bagi kita semua manusia adalah sama dihadapan Tuhan,” tandasnya.

Dalam hidup ini, lanjut Suryani hal paling penting yang harus kita lakukan adalah bagaimana menyeimbangkan kemampuan intelektual dengan kemampuan menguasai emosi serta spiritual. Kalau kita bisa berhasil menyeimbangkan ketiga kemampuan ini, maka kita akan menjadi insan yang mudah memaafkan dan bisa membimbing anak-anak untuk memiliki sikap mau menghargai orang lain dan menghargai pendapat orang lain.

“Sikap mau memaafkan dan menghargai sesame sudah mulai luntur dari anak-anak sekarang. Tak perlu heran kalau melihat anak tidak sopan terhadap orangtuanya atau melawan gurunya,” kata Suryani.

Untuk mendidik anak agar memiliki sopan santun, berintegritas, bertanggungjawab dan mandiri, kata Suryani tempatnya adalah di rumah. Segala sesuatu bisa kita lakukan di dalam rumah. Apa yang kita tanamkan kepada anak di dalam rumah, maka sikap itu akan terbawa dengan sendirinya ke luar rumah. Apabila kita salah dalam mendidik anak, maka ke depan anak akan memiliki sikap yang menyimpang dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.@jamesppardede

Leave a Reply