Home » Berita » Ini Pengakuan Supir Grab yang Menerima Order Bodong
Ini Pengakuan Supir Grab yang Menerima Order Bodong

Ini Pengakuan Supir Grab yang Menerima Order Bodong

Transportasi berbasis online

Transportasi berbasis online

PRIME NEWS-MEDAN. Perselisihan yang terjadi antara penarik becak, angkutan kota dengan transportasi berbasis online masih terus berlanjut. Seperti pengakuan Agus, salah seorang driver grab car yang mengemudikan kendaraan Kijang Innova. Ia mengaku, Senin (3/4) bahwa dirinya pernah mengalami perlakuan tidak mengenakkan saat menerima order bodong.

Kenapa orderan bodong? Karena saat menyetujui orderan dimaksud, Agus langsung menuju alamat yang tertera dalam orderan. Akan tetapi ketika dikonfirmasi lewat telepon selular, pemesan atau orang yang mengorder tidak mengangkat teleponnya.

Apesnya adalah, saat melewati kumpulan mangkal tukang becak di salah satu kawasan di Medan, kaca belakang mobilnya dilempari batu yang menyebabkan kaca belakang berserakan. Pengemudi grab yang merasa dibohongi dengan orderan bodong tersebut langsung melaju, karena kalau mewalan pun tidak ada gunanya. Jumlah orang yang ada di tempat mangkal itu sangat banyak. Sulit untuk menuduh siapa yang melakukan pelemparan.

Sama halnya dengan driver grab yang menolak memberi nama, saat menerima orderan ia sangat hati-hati siapa tau orderan dimaksud bodong.

“Biasanya kalau orderannya tidak memiliki alamat yang pasti, kita merasa khawatir juga. Siapa tau orderan tersebut bodong dan tak jelas orangnya. Pengalaman teman-teman yang sudah dilempar dan dipukuli menjadi pelajaran bagi kita,” tegasnya.

Menurut warga Medan yang sering menggunakan transportasi berbasis online, sekarang sudah bukan jamannya lagi saling menjelekkan atau saling lempar. Kita harus berpikir positif bahwa kemajuan teknologi tidak bisa dibendung.

“Kalau mau transportasinya tetap digunakan dan diminati masyarakat, ya berikanlah pelayanan yang baik dan jangan menetapkan tarif ongkos dengan sesuka hari,” katanya. pn

Leave a Reply