Home » Berita » Ikebana Sogetsu Style Kian Diminati di Medan
Ikebana Sogetsu Style Kian Diminati di Medan
Mrs. Morikawa Miyoko memberikan pelatihan

Ikebana Sogetsu Style Kian Diminati di Medan

Mrs. Morikawa Miyoko memberikan pelatihan

Mrs. Morikawa Miyoko memberikan pelatihan

PRIME NEWS-MEDAN. Seni merangkai bunga, kini bukan lagi hal baru bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi warga kota Medan. Ada banyak seni merangkai bunga yang cukup dikenal dan digemari, salah satunya adalah seni merangkai bunga ala Negeri Sakura, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ikebana. Seni merangkai bunga Ikebana ini bahkan memiliki beberapa aliran yang berbeda-beda.

Menyikapi hal ini, Grand Aston City Hall Hotel and Serviced Residences Medan melalui The City Hall Club secara rutin menggelar kegiatan merangkai bunga dengan teknik Ikebana Sogetsu. Kelas merangkai bunga yang digelar Rabu (8 Juni 2016) adalah yang ketiga. Meski sudah beberapa kali, namun dalam setiap pertemuannya teknik yang diajarkan semakin bervariasi, dan tentu saja semakin memberikan tantangan kepada Member Club ataupun masyarakat kota Medan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Aliran Sogetsu sendiri terdiri dari beberapa bagian. Pada pertemuan yang pertama yang diajarkan adalah basic style  dari Ikebana Sogetsu. Untuk pertemuan yang kedua, yang diajarkan adalah dairuko hoyu yang mana rangkaian bunga yang telah disusun dapat dilihat dari segala arah. Umumnya seni bunga ini digunakan sebagai center piece. Di pertemuan ketiga, teknik yang diajarkan adalah digo hoyu, bunga yang dirangkai dengan teknik ini umumnya ditempatkan di sudut-sudut dinding dan hanya bisa dilihat dari satu arah saja.

“Kegiatan ini memang kita tujukan untuk Member The City Hall Club, namun tidak menutup peluang bagi masyarakat kota Medan lainnya yang ingin bergabung dan belajar seni merangkai bunga ini. Minat masyarakat sangat tinggi untuk kegiatan ini, karena itulah kami secara rutin menggelar seni merangkai Ikebana tentunya tetap bekerja sama dengan Mrs. Morikawa Miyoko yang merupakan istri dari Konsulat Jepang untuk kota Medan. Jadi ilmunya langsung diturunkan dari Negeri Jepang secara sukarela,” demikian disampaikan Grace Fiffien selaku Club Director The City Hall Club.

Untuk mengikuti kelas ini, lanjut Grace peserta cukup membayar sebesar IDR 225,000,-nett/orang dan sudah mendapatkan perlengkapan seperti bunga dan juga coffee break. Penambahan vas bunga akan dikenakan biaya sebesar IDR 50,000 dan peserta sudah dapat membawa pulang hasil kreasi Ikebananya.

Seni merangkai bunga dipercaya dapat memberikan efek relaksasi, lanjut Grace. Selain itu juga untuk mengembangkan kreatifitas, ketelitian dan kesabaran dalam merangkai setiap bunganya. Ikebana adalah seni kuno Jepang tentang bagaimana mengatur dan memotong batang, daun, bunga dalam satu wadah. Banyak teknik yang harus dikuasai untuk memenuhi standar Ikebana yang baik. Pemilihan bunga menjadi hal yang sangat penting dalam kesenian ikebana. Bunga harus dipilih dengan cermat agar dapat berpadu dengan vasnya.

“Untuk saat ini kita memang akan berkonsentrasi dengan kesenian Ikebana, karena ada banyak sekali tingkatan dan aliran dalam kesenian ini. Masih banyak yang dapat kita pelajari dari seni Ikebana ini,” tandasnya.

Seperti yang kita pahami bahwa kesenian ini lebih banyak mengutamakan keselarasan dengan alam, kesederhaan namun tetap dapat tampil dengan elegan dan berseni tinggi. Namun untuk kedepannya tidak menutup kemungkinan kita juga akan belajar seni merangkai bunga dari berbagai belahan dunia lainnya. jpp

Leave a Reply