Home » Berita » HAN 2016 : Anak Adalah Masa Depan Bangsa, Hindari Mereka dari Tindak Kekerasan
HAN 2016 : Anak Adalah Masa Depan Bangsa, Hindari Mereka dari Tindak Kekerasan
Anak Indonesia

HAN 2016 : Anak Adalah Masa Depan Bangsa, Hindari Mereka dari Tindak Kekerasan

Anak Indonesia

Anak Indonesia

PRIME NEWS-MEDAN-Kekerasan pada anak sampai hari ini masih saja mewarnai pembertiaan media cetak, media elektronik dan media online. Kekerasan pada anak kebanyakan dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Menyikapi hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara (Sumut) telah menerima 163 laporan kekerasan pada anak hingga Juli 2016. Angka tersebut bisa bertambah sampai akhir tahun 2016 ini kalau kita tidak benar-benar mengawal keberadaan anak agar terhindar dari segala bentuk kekerasan.

Ketua KPAID Sumatera Utara, Zahrin Piliang kepada sejumlah wartawan, Sabtu (23/7) mengatakan tahun lalu (2015), hanya ada sekitar 200-an laporan kekerasan pada anak di areal Sumatera Utara. Tahun ini, sampai Juli saja sudah ada163 kasus. Jumlah itu terus meningkat. Barangkali 200 lebih kasus bisa saja akan masuk ke KPAID.

“Laporan kekerasan terhadap anak yang mendominasi adalah kekerasan seks, hak asuh anak serta kekerasan fisik yang mengakibatkan anak trauma,” tandas Piliang.

Dari banyak daerah di Sumatera Utara, lanjut Zahrin Piliang angka kekerasan terhadap anak tertinggi berada di kawasan Kota Medan dan sekitarnya.

“Laporan yang masuk ke kita akan dipelajari dan didalami. Kemudian, kita akan mengawal kasusnya mulai dari pelaporan di kepolisian sampai kepada proses hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Pantauan di kota Medan, kekerasan terhadap anak sesungguhnya sangat sering terjadi walaupun dalam bentuk pembiaran anak berkeliaran di jalanan untuk mencari uang. Anak-anak dibiarkan di jalan juga sudah menjadi salah satu bentuk kelalaian orang tua dalam mengawal pertumbuhan anak. jpp

 

Leave a Reply